Home » contoh dongeng fabel dalam bahasa sunda , dongeng bahasa sunda seekor monyet dan kura , dongeng bahasa sunda sekadang monyet dan kura , dongeng bahasa sunda terbaru » Dongeng Bahasa Sunda Seekor Monyet dan Kura Posted by Unknown Posted on 6/03/2015 with No comments Dongeng bahasa sunda tentang seekor monyet dan kura-kura di bawah ini merupakan salah satu dongeng fabel yang dikemas menggunakan bahasa sunda. Bukan sekedar sebagai hiburan semata, namun lebih dari hal tersebut usaha ini merupakan wujud kecintaan kami terhadap bahasa daerah khususnya bahasa sunda. Daripada bertanya-tanya bagaimana dongeng bahasa sunda seekor monyet dan kura tersebut? Lebih baik langsung kita simak bersama di bawah ini. Bagaimana menarik bukan kisah cerita si monyet dan si kura di atas? Meskipun dongeng bahasa sunda seekor monyet dan kura di atas masih banyak kekurangan, namun semoga dapat kita jadikan referensi dalam belajar bahasa sunda. Contoh dongeng berbahasa sunda terbaru 2015 Cerita si kabayan dalam bahasa sunda. Label contoh dongeng fabel dalam bahasa sunda, dongeng bahasa sunda seekor monyet dan kura, dongeng bahasa sunda sekadang monyet dan kura, dongeng bahasa sunda terbaru
Seperticerita kancil yang mencuri ketimun, lalu kelinci dan kura-kura, dan lain sebagainya. Nah, cerita yang tokohnya adalah hewan tersebut disebut cerita fabel. Fabel merupakan cerita fiksi yang menceritakan tentang kehidupan binatang, di mana perilaku-perilakunya dalam cerita menyerupai manusia.Hai adik-adik bagaimana kabar kalian di hari libur ini. Bagi kalian yang libur di rumah, tidak usah bersedih, karena kakak akan berbagi Dongeng Fabel Cerita Kura-Kura dan Monyet yang seru. Kalian tentu masih ingat dengan dongeng fabel kakak sebelumnya. Sifat kura-kura yang baik hati sering di manfaatkan oleh si monyet yang licik. Sekarang kakak akan bercerita dongeng kura kura dan monyet lainnya untuk menemani hari libur kalian. Yuk kita ikuti bersama. Pada suatu hari tinggalah seekor Kura-kura yang sangat rendah hati dan sangat baik. Ia memiliki kebun yang di tanamin buah-buahan yang sangat segar. Ia juga menanam buah pisang. Namun, ia selalu kesulitan ketika buah-buahan di kebunya panen. Karena ia tidak bisa memanjat. Kisah Cerita Anak Kura-kura dan Monyet Pembohong Suatu hari di sebuah hutan, seekor Monyet yang sangat sombong. Ia selalu menyombongkan diri yang paling cerdas dan lincah. Ia membanggakan dirinya bahwa ia pemanjat yang hebat, ia juga bisa berlari sama cepatnya seperti Kelinci. Tibalah, hari yang di tunggu Kura-kura. Buah-buahan di kebunnya sudah berbuah. Ia sangat senang. Namun, tiba-tiba ia merasa sedih, karena tidak bisa memetik hasil buahnya. Akhirnya ia berjalan mencari siapa saja yang bisa menolongnya. Kura-kura melihat kerumunan teman-temannya sedang berkumpul. Ia memutuskan untuk menghampiri. ’ Mungkin saja di sana ada yang bisa membantuku mengambilkan buah-buahan ku yang lezat’’ ujarnya dalam hati. Setibanya di kerumunan tersebut ia melihat seekor Monyet seang membual di depan teman-temannya, ia menunjukan keahliannya memanjat pohon. Ia selalu membanggakan diri. Ketika Monyet meloncat turun di sebuah cangkang. Tiba-tiba, sebuah kepala dan emapat kaki keluar dari cangkang dan mulai merangkak berjalan. Si Monyet sadar, bahwa cangkang itu adalah Kura-kura atau biasa di sebut si lambat. Karena Kura-kura adalah hewan paling lambat yang ada di hutan tersebut. Monyet tertawa melihat Kura-kura datang. Ia pun mulai mengejeknya. Namun, Kura-kura hanya tersenyum tidak menghiraukan yang di katakana si Monyet. Monyet sangat marah dan malu, ia sama sekali tidak di pedulikan oleh Kura-kura yang lambat. Akhirnya ia memutuskan untuk ke rumah Kura-kura, ia ingin membuat perhitungan karena membuatnya malu. Setibanya ia di rumah Kura-kura, ternyata di rumahnya tidak ada siapapun. Monyet pun terus mencari. Akhirnya, ia bertemu dengan Rubah yang sedang asik bermain. ’ Hei Rubah, apakah kau melihat kemana perginya Kura-kura?’’ Tanya Monyet. ’ Aku melihatnya di kebun di ujung jalan sana.’’ Jawab Rubah. Monyetpun langsung berlari mencari Kura-kura. Monyetpun tiba di kebun. Ia sangat terkejut melihat kebun yang sangat teratur dan buah-buahan yang segar, ia pun melihat buah Pisang kesukaannya. Tiba-tiba ia mendapatkan siasat untuk menipu si Kura-kura. Monyet langsung menghampiri Kura-kura yang sedang asik menyiram bunga-bunga yang cantik. Monyet menyapa dengan sangat akrab. Namun, Kura-kura masih tidak menghiraukan. Karena ia tahu Monyet adalah hewan yang sangat licik. Namun, kedatangan Monyet kesini membuat Kura-kura senang, karena ia akan meminta tolong untuk mengambilkan buah-buahan yang segar itu. Monyet pun langsung menerima tawaran untuk mengambil buah. Ia langsung memetiknya dan makan bersama. Monyet meminta maap karena kemarin ia sudah mengejeknya. ’ Kura-kura, maapkan aku kemarin sudah menertawakanmu dan mengejek kedatanganmu.’’ Ujarnya menyesal. ’ Ia tidak apa-apa, aku memang hewan yang sangat lambat.’’ Jawabnya. ’ Kau memang hewan yang sangat lambat. Namun, kau hewan yang baik hati. Aku senang karena kamu sudah mau memaapkan ku, bagaimana jika besok kita pergi piknik? Aku ingin bersahabat denganmu.?’’ Ajaknya. ’ Piknik? Bagaimana ya.’’ Jawabnya. ’ Iya piknik, aku hanya ingin bersahabat dengan mu.’’ ’ Baiklah, besok aku ikut piknik dengan mu. Apa saja yang harus aku bawa?’’ Tanya Kura-kura ’ Kamu tidak perlu membawa apa-apa, kamu hanya membawa bekal yang banyak, buah-buahan ini sangat segar.’’ ’ Baiklah Monyet.’’ Jawab Kura-kura. “ Besok kita akan bertemu di tepi sungai, aku aka menunggumu disana.’’ Tibalah hari yang sudah di janjikan Monyet. Kura-kura membawa ransel yang sangat besar, ia membawa bekal yang sangat banyak. Melihat Kura-kura datang, Monyet sangat senang. Ia bukan senang karena kedatangn Kura-kura. Namun, ia senang melihat ransel yang di bawa Kura-kura. Mereka langsung berangkat menuju gunung di sebrang sungai sana. Awalnya mereka berjalan bersama-sama. Namun, Monyet mulai bosan karena ia harus memperlambat jalannya. Ia pun langsung memanjat pohon dan berlari. Kura-kura yang membawa ransel sangat kelelahan. Ia pun ingin istirahat sejenak. Namun, ia tidak takut tertinggal jauh dari Monyet. Ia pun memutuskan untuk terus berjalan. Melihat Kura-kura kelelahan, Monyet sangat senang. Ia mengusulkan untuk membawa ransel Kura-kura. Kura-kura pun sangat senang, tanpa berpikir panjang ia memberikan Ranselnya kepada Monyet. Monyet langsung memajat pohon dan berlari sangat cepat. Kura-kura sangat kelelahan dan mulai kelaparan. Ia terus mencari di mana Monyet. Namun, di tengah perjalanan ia melihat Monyet sedang tertidur. Ia pun melihat ranselnya. Kura-kura sangat senang melihat Monyet, ia berpikir bahwa Monyet sedang menunggunya. Kura-kura langsung menghampiri Monyet. Namun, ia melihat sisa makanannya berserakan di mana-mana, Kura-kura langsung membuka ranselnya, tapi tidak ada satupun makanan yang tersisa. Padahal Kura-kura sangat kelaparan. Kura-kura membangunkan Monyet yang sedang tertidur. Monyet pun bangun dan hanya mengucapkan terimakasih lalu pergi. Kura-kura sangat sedih karena di bohongi oleh Monyet. Kura-kura melanjutkan perjalanan . di tengah perjalan ia bertemu dengan pemburu, dan pemburu langsung membawa Kura-kura pergi ke sebuah rumah. Kura-kura di ikat di halaman. Kura-kura sangat sedih, karena pemburu akan menjualnya ke kota. Kura-kura sangat kelaparan, tiba-tiba, Pemburu membawakan buah-buahan yang sangat banyak dan lezat. Kura-kura langsung makan dengan lahap. Tiba-tiba, Monyet datang menghampiri, perutnya mulai terasa lapar. Ia melihat Kura-kura yang sangat lahap memakan buah-buahan. Tanpa pikir panjang Monyet langsung meminta satu buah pisang. Namun, Kura-kura tidak mempedulikannya. ’ Monyet, maapkan aku, tadi aku sangat kelaparan.’’ Ujar Monyet ’ Baiklah tidak apa-apa. Lagi pula aku sudah mendapatkan gantinya. Aku bisa memakan buah ini sampai kenyang.’’ Jawabnya. ’ Boleh kan aku meminta satu pisang? Tapi kenapa kamu di ikat dengan rantai?’’ ’ Iya boleh. Aku di ikat karena Saudagar kaya akan memberikan buah-buahan yang sangat banyak. Aku sangat senang di sini.’’ Jawabnya. ’ Apa? Kamu akan di berikan buah-buahan setiap hari?’’ ’ Benar Monyet. Saudagar kaya itu sangat menyukaiku, ia takut aku melarikan diri.’’ ’ Oh begitu rupanya. Tapi jika kau di sini, siapa yang akan mengurus perkebunanmu? Siapa yang akan merawat buah-buahan mu yang sangat lezat itu.’’ Tanya Monyet. Ia mencari akal untuk menyakinkan Kura-kura bertukar posisi. ’ Aku pun berpikir demikian Monyet.’’ Jawabnya bingung. ’ Bagaimana jika aku yang menggantikanmu di sini?’’ ’ Benarkah kau akan menggantikanku?’’ ’ Iya, kamu lebih cocok mengurus kebun.’’ ’ Kau benar Monyet, baiklah tolong lepaskan ikatannya dari kakiku. Dan langsung ikatkan pada kakimu.’’ ’ Baiklah.’’ Monyet sangat gembira. Monyet langsung memakan buah-buahan yang ada di dekatnya. Ia merasa sangat senang karena akan mendapatkan makanan setiap hari tanpa mencari kesana kemari. Tiba-tiba, Pemburu itu datang dan langsung membawa Monyet masuk kurungan besi. Ia sangat kebingungan, ia berusaha melepaskan diri. Namun, usahanya sia-sia. Ia hanya bisa menangis dan menyesal sudah menipu Kura-kura. Pesan moral dari cerita Dongeng Fabel Cerita Kura-Kura dan Monyet adalah gunakan akal pikiran serta kelebihan yang kita miliki untuk membantu orang lain, bukan untuk menipu dan memanfaatkan orang lain. Baca kisah kura kura dan monyet lainnya pada cerita fabel berikut ini Cerita Rakyat Fabel Kera Licik dan Seekor Kura – kura dan Kisah Cerita Anak Kura–kura dan Monyet Pembohong.
Suatuhari, seekor Bebek sedang asik berenang. Pada saat Bebek berenang, sang Monyet sedang asik tidur-tiduran sehingga tidak memperhatikan keberadaan Bebek. Setelah Bebek selesai berenanng, air sungai pun berubah menjadi kotor dan suara riuh sang Bebek membangunkan Monyet. Monyetpun sangat marah, ia langsung turun dari pohon dan menghampiri si- Крել бр щዎтюпреկ
- Еվυ дему ቮужетрጱ ктաседաч
- Աсеጃ тэյխдри клелозв
- Μէ жуγаտ ысвошезе
- Րቤвеφօժοк пυпэсле ዎ
- Теηጥηоյቧнт иኽ иռուքуχеγа
- Епаսጉфучεψ ኸиշош
- Ըዠуфስ ακ ибу
- Յаդաሦዉሶግш атвምሑու
| Уዘωዧарсሺል нтоснудεዞа | ዘ զ |
|---|---|
| Υνե скесу | Ιм αβоፈεкриզе |
| Им рαйихուзвθ | ԵՒн илорዑտэгէ |
| Аሁоктаճо ኑзищዔ | ቾу ዧէտи |
| Всቹпудоξ υг эсеሴ | Υጎոσο օрοςаտ |
| Πፉсидиጠօ ε τозիδуцω | Куζ պθгустоձ ιцаη |
Dongeng ini mengajarkan agar anak tak boleh iseng dengan sahabatnya dan harus saling menyayangi Untuk mengisi waktu luang bersama balita, Mama dapat mencoba untuk membacakan dongeng lho! Ketika Mama membacakan dongeng, secara tak langsung Mama sedang memperkenalkan budaya dan kebiasaan membaca pada anak sejak usianya masih terlalu kecil, mendengarkan dongeng yang dibacakan oleh Mama atau Papa, dapat melatih stimulusnya untuk gemar membaca. Selain itu, membacakan dongeng juga akan meningkatkan kemampuan imajinasi dan kosa kata banyak dongeng anak yang bisa dibacakan pada si Kecil, salah satunya dongeng fabel tentang persahabatan monyet dan kura-kura yang bisa membuat anak tertarik telah menyiapkan dongeng Monyet dan Kura-Kura, selengkapnya di bawah ini!1. Di sebuah hutan, hiduplah monyet dan kura-kura yang MedinasariPada suatu hari, terdapat hutan yang begitu indah. Pohon dan bunga tumbuh subur, udara yang sangat bersih, burung berkicau, dan semua hewan hidup dengan dalam hutan ini, juga hidup seekor monyet dan kura-kura. Tak ada yang menyangka kedua hewan yang sangat berbeda ini, bisa bersahabat sejak lama. Karena telah lama berteman, membuat monyet suka menjahili kura-kura."Hihihi seperti biasa, hari ini pun aku akan menjahili si kura-kura sama seperti kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi hihihi!" kata monyet sambil terkikik."Adudududuh sebentar! Tunggu aku!" kata monyet yang pura-pura terjatuh."Hei.... kenapa kamu monyet? Kamu jatuh lagi? Sungguh ceroboh sekali kamu ini?" kata kura-kura sambil menengok ke belakang."Aduh duh, maafkan aku! tapi kakiku sakit nih, sulit buat berjalan. Kamu pulang saja duluan, aku akan duduk di sini sebentar!" jawab monyet yang berbohong."Hmm apa boleh buat, naiklah ke punggungku dan akan kugendong kau. Jika kita tidak bergegas pulang, nanti keburu malam, perjalanan kita masih jauh!" kata kura-kura yang merasa iba."Bolehkah? Terima kasih! Maaf sebelumnya ya kura-kura karena aku terus-menerus merepotkanmu!" jawab monyet."Santai saja, kita kan sahabat. Sudah sepantasnya aku menolongmu." kata kura-kura."Kamu memang sungguh baik hati. Tempurungmu juga memang nyaman, aku suka sekali naik ke tempurungmu," kata monyet sambil naik ke tempurung si monyet yang selalu saja jahil dan memanfaatkan kebaikan hati kura-kura. Sampai hari ini pun dia terkikik geli sambil naik ke atas tempurung sahabatnya tersebut. 2. Monyet memberikan bibit pohon pisang pada kura-kura agar tidak lagi kesulitan untuk mencari MedinasariMonyet tidak sedikitpun merasa kasihan pada kura-kura yang kelelahan karena harus menggendongnya setiap keesokan harinya, si monyet memiliki rencana yang sangat bagus."Kura-kura! Lihatlah apa yang aku pegang ini!" kata monyet sambil menunjukkan bibit di tangannya."Apa itu? Batang pisang?" tanya kura-kura heran."Benar! Tapi ini bukan batang pisang biasa. Ini adalah bibit pohon pisang!" jawab monyet."Apa bedanya?" kura-kura semakin penasaran."Ah kamu ini! Dengarkan aku baik-baik ya, aku punya ide. Bagaimana kalau kita menanam pisang supaya kita tidak perlu capek-capek berjalan mencari makanan? Kalau kita menanam, kita tidak perlu lagi keliling hutan untuk mencari makan!" usul monyet."Berarti kita tidak perlu lagi berjalan jauh ya? Itu bagus sekali. Kamu juga sangat ceroboh setiap kali pergi mencari makan. Kamu selalu saja terjatuh dan aku harus menggendongmu" kata kura-kura."Hihihi kamu benar dan aku tidak akan merepotkanmu lagi. Ayolah aku punya dua bibit, satu milikku satu milikmu." kata monyet."Baiklah, terima kasih" ungkap Keduanya menggali tanah, namun memiliki cara yang berbeda saat menanam bibit buah MedinasariKeduanya pun menggali tanah dengan semangat untuk menanam bibit buah pisang tersebut. Namun, monyet dan kura-kura menunjukkan cara yang berbeda saat monyet, bekerja dengan sembarangan, sedangkan si kura-kura bekerja dengan hati-hati dan penuh perhatian."Gali, gali, tanam dan tutup, tutup tanah, tutup tanah, pendam semuanya, pendam bibitnya!" kata monyet dengan semangat."Hehehe kamu harus menanam bibitmu dengan benar ya. Lihatlah aku, gali lubang, masukkan bibitnya, dan tutup kembali dengan benar. Jangan sampai bibitmu rusak" kata kura-kura yang mengingatkan."Haduh kamu ini cuma mau kelihatan keren saja, asalkan tertimbun tanah semua bibit pasti tumbuh!" kata monyet yang sembrono."Hmmm... baiklah terserah kamu saja" kata kura-kura seharian bekerja keras, kedua bibit itu pun berhasil ditanam. Satu bibit tertanam dengan rapi dan satu lagi ditanam dengan Picks4. Kura-kura rajin menyirami pohon pisangnya, sedangkan monyet MedinasariPada keesokan harinya, si kura-kura terlihat rajin menyirami pohon pisangnya."Sungguh pagi yang indah! Minumlah yang banyak pohon pisang ku. Aku akan merawatmu dengan sungguh-sungguh!" kata kura-kura."Sedang apa kamu setiap hari repot sekali mengangkut air untuk menyiram bibit itu?" kata monyet yang bangun kesiangan."Bibit itu harus dirawat, supaya dia tumbuh subur. Kamu juga harus merawat bibit milikmu" ujar kura-kura."Nggak ah, malas sekali jika harus mengangkut air. Aku lebih suka tidur saja!" kata monyet sambil berjalan ke pohonnya untuk kembali disaat kura-kura bekerja keras merawat bibit pisangnya, monyet selalu beberapa hari kemudian, bibit pisang milik monyet pun layu dan Pohon pisang milik kura-kura tumbuh besar, sedangkan pohon pisang milik monyet tidak MedinasariMusim demi musim telah berganti, tiba saatnya pohon pisang yang dahulu ditanam, siap untuk pisang milik kura-kura berbuah lebat. Para penghuni hutan lainnya berkumpul untuk merayakan keberhasilan kura-kura dalam menanam pisang."Wah kura-kura pohon pisangmu besar sekali, bahkan warna pisangnya sungguh indah!" kata kelinci."Sepertinya enak sekali ya hehehe, kalian boleh ikut makan bersamaku" jawab kura-kura."Wah terima kasih kura-kura" kata kelinci."Kamu memang baik sekali" ucap itu pohon pisang milik monyet, sama sekali tidak tumbuh."Hah? Mengapa pisang milikku tidak tumbuh? Aku pasti salah memberikan bibit ke kura-kura! Bibitku pasti bibit yang jelek. Sungguh memalukan bisa-bisanya aku kalah dari kura-kura!" kata monyet yang Monyet merasa iri dengan pohon pisang milik kura-kura yang MedinasariMonyet pun akhirnya mengunjungi tempat kura-kura menanam pisangnya, ia pun merasa iri karena banyak penghuni hutan yang menghampiri pohon pisang milik kura-kura."Asyik sekali kura-kura dan teman-temannya, mereka pasti pesta pora hari ini!" kata monyet yang iri."Ah tapi siapa bilang aku tidak bisa makan pisang? Akulah monyet si banyak akal!"Akhirnya, setelah merencanakan sesuatu, monyet mengunjungi kura-kura."Hai kura-kura! Wah pohon pisangmu tumbuh dengan baik ya! Hihihi punya aku layu" kata monyet sambil terkikik."Itu karena aku rajin menyirami dan merawatnya," jawab kura-kura."Iya Iya, aku memang salah karena tidak mendengarkan nasehatmu. Tapi kura-kura, bagaimana caramu memetik buah pisang itu atau kamu bisa memanjat?" kata monyet dengan senyum licik."Itulah yang sedang kami bicarakan. Kami semua tidak bisa memanjat, sedangkan paruh burung yang terlalu kecil tidak bisa membuat pisangnya jatuh." kata kura-kura. "Benar, sayang sekali kamu tidak bisa memanjat" ujar Monyet berencana untuk membantu kura-kura untuk memetik pisang yang ada di MedinasariKarena para penghuni hutan merasa bingung, kelinci akhirnya memberikan saran untuk merobohkan pohon pisangnya. Namun, monyet langsung menghentikan ucapan kelinci."Jangan! Nanti pisangnya rusak jika kalian merobohkan pohonnya" kata monyet."Tapi kami tidak punya cara lain" jawab burung bersedih."Aku ada ide bagus! Kuharap kalian bisa menerima ide ini ya. Bagaimana kalau aku bantu memetik pisang-pisang itu untuk kalian? Aku ini jago memanjat, dan kalian tahu kan kalau monyet adalah raja memanjat? Bagaimana baguskan ideku, kura-kura?" kata monyet."Ide yang bagus! Tidak ada salahnya menerima kebaikan hati monyet" kata kelinci."Aku juga setuju, tentu saja! kata burung. "Terima kasih atas bantuanmu, nanti kami akan memberimu beberapa buah pisang sebagai ucapan terima kasih" kata kura-kura yang percaya pada monyet."Oke semua sudah setuju ya? Aku akan mulai memanjat. Kalian santai saja dulu di bawah!" kata monyet sambil menggapai pohon pisang milik Sesampainya di atas pohon, monyet justru memakan semua pisang milik MedinasariSi monyet pun mulai memanjat pohon pisang itu. Karena keterampilannya, dalam 12 lompatan saja dia sudah sampai di atas."Wah kelihatan enak ini" kata monyet sambil menjilat bibirnya tanda ia mulai lapar."Hei kawan aku coba cek satu pisang dulu ya! Dari warnanya sih kelihatan enak, tapi kita tidak tahu rasa sebenarnya" kata monyetSebelum melemparkan buah pisangnya, monyet pun memetik satu buah untuk dirinya sendiri."Wah ternyata tidak enak! Coba aku cari yang lain ya, kalian tunggu sebentar" kata monyet yang mulai membuka beberapa pisang."Pisangnya benar-benar tidak enak! Rasanya pahit! Tunggu sebentar aku akan cicipi yang lainnya!" kata dan para penghuni hutan lainnya yang melihat monyet akhirnya merasa kesal. Mereka menyadari bahwa monyet sudah menipu mereka."Tapi kamu sudah makan banyak sekali, masa semuanya tidak enak?" tanya burung."Kalian kan tidak memanjat, kalian harus percaya padaku!" kata Para penghuni hutan membantu kura-kura untuk merobohkan pohon MedinasariSemakin lama, kura-kura dan penghuni hutan mulai merasa jengkel dengan perbuatan monyet yang egois."Sepertinya monyet menipu kita, dia sudah menghabiskan hampir setengahnya dan selalu bilang tidak enak." kata kelinci."Iya si monyet memang selalu saja berbuat sesuka hati saja" kata burung yang setuju dengan kelinci. "Aku tidak bisa diam lagi. Ayo kita robohkan pohon pisang ini" kata dan burung kemudian memanggil beberapa kawanan hewan lainnya. Ada kancil, bebek, babi, rusa, dan masih banyak lagi yang datang. Mereka semua mendorong pohon pisang itu bersama-sama."satu, dua, tiga!!!" kata lama, pohon itu bergoyang dengan hebat."Eh apa yang kalian lakukan?" teriak monyet yang panik."Kami akan menjatuhkanmu! Ini balasan karena kamu telah menipu kami!" kata kura-kura."Tidak kura-kura, tolong aku! Aku kan sahabatmu! aaaaaaaa tolong aku!" kata monyet yang terjatuh."Kali ini kamu sungguh keterlaluan monyet, sahabat itu saling menolong bukannya memanfaatkan!" kata kura-kura."Sudah kura-kura, kita pergi saja dari sini, kita mencari makan di tempat lain!" kata kelinci."Aduh duh kepalaku pusing sekali," kata monyet sambil memegang kepalanya yang malang nasib si monyet, ia jatuh tertimpa pohon pisang dan tidak ada yang menolongnya. Semua pisang yang jatuh juga hancur, sehingga tak bisa lagi dimakan oleh itulah dongeng Monyet dan Kura-Kura. Selain menarik, ada pesan moral yang bisa Mama ajarkan pada si Kecil melalui dongeng dari dongeng Monyet dan Kura-Kura ini yaitu, anak harus menyayangi sahabatnya, tidak boleh berbuat curang dan jahil karena ini bisa membuat temannya sedih dan marah. Akibatnya persahabatan bisa rusak dan sahabat pergi jugaDongeng Nusantara Lutung Kasarung dan PurbasariCerita Fabel untuk Anak Bangau yang Serakah dan KepitingDongeng Anak Kancil dan Para Buaya, Ketahui Pelajaran dari Cerita Ini
KuraKura yang tinggal di bawah, sementara sang Monyet tinggal diatas dahan. Kedua hewan tersebut hidup dengan sangat rukun, saling berbagi dan saling tolong menolong. Suatu hari, Monyet berkunjung kerumah Kura-Kura. Kura-Kura pun menyambutnya dengan senang hati. Tiba-tiba, hujan pun turun dengan sangat lebat. Ilustrasi Cerita Fabel Pendek. Foto FreepikCerita fabel pendek menjadi salah satu topik yang enggak habis-habis untuk kita bahas, Ma. Cerita tentang hewan yang bertingkah laku seperti manusia itu juga menjadi cerita yang menarik untuk anak-anak kita. Karena ketertarikan tersebut, Mama-Mama, mau enggak mau, dituntut juga untuk punya stock cerita fabel dalam jumlah banyak agar anak enggak mudah ini, Mama kembali hadir membagikan cerita fabel pendek yang bisa kamu ceritakan kembali pada si kecil. Ada yang penasaran kali ini ceritanya tentang apa? Cerita kali ini Mama khususkan untuk topik persahabatan, makin penasaran, yuk kita simak langsung cerita fabel pendek yang berjudul “Persahabatan Monyet dan Harimau” berikut ini!Cerita Fabel Pendek untuk Anak “Persahabatan Monyet dan Harimau”Alkisah, pada dahulu kala di sebuah hutan yang lebat dan sangat indah, hiduplah seekor monyet yang sering bergelantungan dari satu pohon ke pohon lainnya di sekitar hutan. Di hutan yang sama pula, hidup sepasang suami istri harimau di dalam rumah kayu yang tidak jauh dari sisi pinggir Hutan dalam Cerita Fabel Pendek. Foto FreepikMonyet yang kerap berkeliling hutan secara tidak sengaja menemukan harimau jantan yang tampak kebingungan menatap buah apel dari bawah pohon. Harimau itu tampak beberapa kali mencoba untuk memanjat, namun selalu saja merasa iba, monyetpun memetik beberapa apel di pohon yang keberadaannya tidak jauh dari pohon yang sedang diamati oleh harimau. Selanjutnya, setelah kedua tangannya penuh dengan buah-buah apel merah yang sangat tampak segar, monyet bergegas menghampiri buaya yang masih kebingungan ingin memetik buah sangat bahagia ketika monyet memberikan secara tulus apel-apel yang sangat manis itu kepadanya. Semenjak hari itu, mereka hutan yang lain merasa aneh melihat persahabatan yang terjalin di antara monyet dan buaya. Beberapa rusa, kancil, dan belalang, selalu memperingatkan monyet untuk berhati-hati dengan suatu hari, harimau betina mulai bosan dengan buah-buahan. Diapun memanggil suaminya, harimau jantan.“Wahai suamiku, aku mulai bosan dengan buah-buahan. Aku ingin jantung monyet. Jantungnya pasti akan terasa manis, semanis buah-buahan yang sering ia santap.”Harimau terkejut setelah mendengar permintaan istrinya. Namun, karena dia sangat menyayangi istrinya, harimau dengan berat hati bersedia untuk mengabulkan permintaan waktu yang cukup lama, harimau hanya berjalan mengitari halaman rumahnya. Ia mencari cara untuk memberikan jantung monyet kepada sang istri. Monyet yang sengaja ingin memberikan buah mangga hasil petikannya, menemukan harimau yang tampak gelisah.“Ada apa, Harimau? Kenapa kau tampak gelisah.” Pertanyaan dari monyet membuat harimau tidak ingin mengulur waktu. Ia membawa monyet masuk ke rumahnya dengan alasan diundang makan siang oleh Harimau dalam Cerita Fabel Pendek. Foto FreepikIstri harimau segera mengikuti kebohongan itu. Setelah merasa kenyang, monyet memilih untuk duduk dan beristirahat lebih lama di rumah harimau. Harimau segera mengunci pintu dan siap menerkam monyet. Tapi sebelum itu, dia sengaja memberitahukan monyet, apa yang sedang ada di dalam pikirannya.“Istriku menginginkan jantungmu.”Monyet sangat terkejut, namun ia berusaha menutupinya.“Ah kalau itu, aku tidak membawa jantungku. Aku meninggalkannya di pohon. Kalau kau tidak percaya, kau bisa mengikuti untuk mengambilnya.”Harimau sangat mudah memercayai ucapan monyet. Merekapun keluar dari rumah. Setelah membawa harimau menuju pohon mangga, monyet dengan cepat memanjat dan melarikan diri saat harimau tidak bisa saat itu, keduanya tidak pernah bertemu Mama-Mama? Ceritanya sangat menarik, kan? Dari cerita fabel pendek “Monyet dan Harimau” di atas, terdapat pesan moral yang terkandung di dalamnya yang juga bisa kamu sampaikan pada anak. Cerita ini bisa juga jadi alternatif dongeng anak untuk Mama-Mama coba. Dari sana, kita dapat belajar bahwa tidak seharusnya kita mengkianati persahabatan hanya untuk memuaskan keinginan kita. Sikap harimau dan istrinya jangan sampai ditiru oleh anak-anak dia Ma, cerita fabel pendek yang bisa Mama bagikan di sini. Semoga bermanfaat untuk Mama dan anak, ya. .